<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>My Inspiration</title>
	<atom:link href="http://ajriya.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ajriya.wordpress.com</link>
	<description>Sukses Harus jadi Bagian Dari Hidup</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Nov 2009 07:02:13 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='ajriya.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/47120357f4caabc80a0fb9a544c5dffb?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>My Inspiration</title>
		<link>http://ajriya.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>4 Tipe Manusia Hadapi Tekanan Hidup</title>
		<link>http://ajriya.wordpress.com/2008/09/29/4-tipe-manusia-hadapi-tekanan-hidup/</link>
		<comments>http://ajriya.wordpress.com/2008/09/29/4-tipe-manusia-hadapi-tekanan-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Sep 2008 09:34:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>barief36</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tekanan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[usaha]]></category>
		<category><![CDATA[Tipe Manusia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ajriya.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[“Semua kesulitan sesungguhnya merupakan kesempatan bagi jiwa kita untuk tumbuh”
(John Gray)
Pembaca, hidup memang tidak lepas dari berbagai tekanan. Lebih-lebih,hidup di alam modern ini yang menyuguhkan beragam risiko. Sampai seorang sosiolog Ulrich Beck menamai jaman kontemporer ini dengan masyarakat risiko (risk society). Alam modern menyuguhkan perubahan cepat dan tak jarang mengagetkan.
Nah, tekanan itu sesungguhnya membentuk watak, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajriya.wordpress.com&blog=2390870&post=20&subd=ajriya&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>“Semua kesulitan sesungguhnya merupakan kesempatan bagi jiwa kita untuk tumbuh”</p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;">(John Gray)</p>
<p style="text-align:justify;">Pembaca, hidup memang tidak lepas dari berbagai tekanan. Lebih-lebih,hidup di alam modern ini yang menyuguhkan beragam risiko. Sampai seorang sosiolog Ulrich Beck menamai jaman kontemporer ini dengan masyarakat risiko (risk society). Alam modern menyuguhkan perubahan cepat dan tak jarang mengagetkan.<span id="more-20"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Nah, tekanan itu sesungguhnya membentuk watak, karakter, dan sekaligus menentukan bagaimana orang bereaksi di kemudian hari. Pembaca, pada kesempatan ini, saya akan memaparkan empat tipe orang dalam menghadapi berbagai tekanan tersebut. Mari kita bahas satu demi satu tipe manusia dalam menghadapi tekanan hidup ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Tipe pertama, <span style="color:#008000;"><strong>TIPE KAYU RAPUH</strong></span>. Sedikit tekanan saja membuat manusia ini patah arang. Orang macam ini kesehariannya kelihatan bagus. Tapi, rapuh sekali di dalam hatinya. Orang ini gampang sekali mengeluh pada saat kesulitan terjadi.</p>
<p style="text-align:justify;">Sedikit kesulitan menjumpainya, orang ini langsung mengeluh, merasa tak berdaya, menangis, minta dikasihani atau minta bantuan. Orang ini perlu berlatih berpikiran positif dan berani menghadapi kenyataan hidup.</p>
<p style="text-align:justify;">Majalah Time pernah menyajikan topik generasi kepompong (cacoon generation). Time mengambil contoh di Jepang, di mana banyak orang menjadi sangat lembek karena tidak terbiasa menghadapi kesulitan. Menghadapi orang macam ini, kadang kita harus lebih berani tega. Sesekali mereka perlu belajar dilatih menghadapi kesulitan. Posisikan kita sebagai pendamping mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Tipe kedua, <span style="color:#008000;"><strong>TIPE LEMPENG BESI</strong></span>. Orang tipe ini biasanya mampu bertahan dalam tekanan pada awalnya. Namun seperti layaknya besi, ketika situasi menekan itu semakin besar dan kompleks, ia mulai bengkok dan tidak stabil. Demikian juga orang-orang tipe ini. Mereka mampu menghadapi tekanan, tetapi tidak dalam kondisi berlarut-larut.</p>
<p style="text-align:justify;">Tambahan tekanan sedikit saja, membuat mereka menyerah dan putus asa. Untungnya, orang tipe ini masih mau mencoba bertahan sebelum akhirnya menyerah. Tipe lempeng besi memang masih belum terlatih. Tapi, kalau mau berusaha, orang ini akan mampu membangun kesuksesan dalam hidupnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tipe ketiga, <span style="color:#008000;"><strong>TIPE KAPAS</strong></span>. Tipe ini cukup lentur dalam menghadapi tekanan. Saat tekanan tiba, orang mampu bersikap fleksibel. Cobalah Anda menekan sebongkah kapas. Ia akan mengikuti tekanan yang terjadi. Ia mampu menyesuaikan saat terjadi tekanan. Tapi, setelah berlalu, dengan cepat ia bisa kembali ke keadaan semula. Ia bisa segera melupakan masa lalu dan mulai kembali ke titik awal untuk memulai lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Tipe keempat, <span style="color:#008000;"><strong>TIPE MANUSIA BOLA PINGPONG</strong></span>. Inilah tipe yang ideal dan terhebat. Jangan sekali-kali menyuguhkan tekanan pada orang-orang ini karena tekanan justru akan membuat mereka bekerja lebih giat, lebih termotivasi, dan lebih kreatif. Coba perhatikan bola pingpong. Saat ditekan, justru ia memantul ke atas dengan lebih dahsyat. Saya teringat kisah hidup motivator dunia Anthony Robbins dalam salah satu biografinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk memotivasi dirinya, ia sengaja membeli suatu bangunan mewah, sementara uangnya tidak memadai. Tapi, justru tekanan keuangan inilah yang membuat dirinya semakin kreatif dan tertantang mencapai tingkat finansial yang diharapkannya. Hal ini pernah terjadi dengan seorang kepala regional sales yang performance- nya bagus sekali.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#003300;">BANGUN NETWORK</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi, hasilnya ini membuat atasannya tidak suka. Akibatnya, justru dengan sengaja atasannya yang kurang suka kepadanya memindahkannya ke daerah yang lebih parah kondisinya. Tetapi, bukannya mengeluh seperti rekan sebelumnya di daerah tersebut. Malahan, ia berusaha membangun netwok, mengubah cara kerja, dan membereskan organisasi. Di tahun kedua di daerah tersebut, justru tempatnya berhasil masuk dalam daerah tiga top sales.</p>
<p style="text-align:justify;">Contoh lain adalah novelis dunia Fyodor Mikhailovich Dostoevsky. Pada musim dingin, ia meringkuk di dalam penjara dengan deraan angin dingin, lantai penuh kotoran se-inci tebalnya, dan kerja paksa tiap hari. Ia mirip ikan herring dalam kaleng. Namun, Siberia yang beku tidak berhasil membungkam kreativitasnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari sanalah ia melahirkan karya-karya tulis besar, seperti The Double dan Notes of The Dead. Ia menjadi sastrawan dunia.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal ini juga dialami Ho Chi Minh. Orang Vietnam yang biasa dipanggil Paman Ho<br />
ini harus meringkuk dalam penjara. Tapi, penjara tidaklah membuat dirinya patah arang. Ia berjuang dengan puisi-puisi yang ia tulis. A Comrade Paper Blanket menjadi buah karya kondangnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, pembaca, itu hanya contoh kecil. Yang penting sekarang adalah Anda. Ketika Anda menghadapi kesulitan, seperti apakah diri Anda? Bagaimana reaksi Anda? Tidak menjadi persoalan di mana Anda saat ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi, yang penting bergeraklah dari level tipe kayu rapuh ke tipe selanjutnya. Hingga akhirnya, bangun mental Anda hingga ke level bola pingpong. Saat itulah, kesulitan dan tantangan tidak lagi menjadi sesuatu yang mencemaskan untuk Anda. Sekuat itukah mental Anda?</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber: 4 Tipe Manusia Hadapi Tekanan Hidup</p>
<p style="text-align:justify;">oleh Anthony Dio Martin</p>
Posted in Tekanan Hidup, usaha Tagged: Tekanan Hidup, Tipe Manusia <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ajriya.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ajriya.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ajriya.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ajriya.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ajriya.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ajriya.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ajriya.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ajriya.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ajriya.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ajriya.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajriya.wordpress.com&blog=2390870&post=20&subd=ajriya&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ajriya.wordpress.com/2008/09/29/4-tipe-manusia-hadapi-tekanan-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3c99d2f928b0d2a70a0fee74201ed378?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">Budi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Siapa Yang Porno?</title>
		<link>http://ajriya.wordpress.com/2008/05/15/siapa-yang-porno/</link>
		<comments>http://ajriya.wordpress.com/2008/05/15/siapa-yang-porno/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 May 2008 04:57:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>barief36</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kidung Agung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ajriya.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Kebanyakan orang tentu mengetahui makna dari pesan berikut ini&#8230;
&#8220;Untuk 17 Tahun Ke atas&#8221; yang seringkali ditempel pada film-film yang hanya boleh ditonton bagi yang sudah dewasa.
Banyak alasan lembaga sensor film memberikan label tersebut, di antaranya adanya adegan dewasa.
Begitu juga dalam Alkitab, ternyata, ada cukup banyak ayat yang hanya pantas dibaca oleh orang-orang yang sudah berumur [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajriya.wordpress.com&blog=2390870&post=13&subd=ajriya&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Kebanyakan orang tentu mengetahui makna dari pesan berikut ini&#8230;<br />
&#8220;<strong><em>Untuk 17 Tahun Ke atas</em></strong>&#8221; yang seringkali ditempel pada film-film yang hanya boleh ditonton bagi yang sudah dewasa.</p>
<p>Banyak alasan lembaga sensor film memberikan label tersebut, di antaranya <strong>adanya adegan dewasa</strong>.</p>
<p>Begitu juga dalam Alkitab, ternyata, ada cukup banyak ayat yang hanya pantas dibaca oleh orang-orang yang sudah berumur 17 tahun ke atas atau sudah dewasa, alasannya, ayat-ayat tersebut dinilai dapat memberikan efek biologis dan psikologis pada orang-orang yang membacanya, maka perlu adanya seleksi pembaca yaitu 17 tahun ke atas atau sudah dewasa.(Apakah harus demikian?&#8230;)</p>
<p>Karena alasan tersebut, ayat-ayat ini tidak pernah dibacakan dalam kebaktian di gereja, tidak pernah dibacakan di hadapan sekumpulan orang, tidak pernah ditemui dalam kartu ucapan Natal atau kartu undangan perkawinan, dan tidak akan pernah ada orang Kristen baik pastor, pendeta atau orang-orang awam yang mau menghafalkan atau menjadikan dalil. Padahal ayat-ayat tersebut diklaim sebagai ayat-ayat suci bagian dari sebuah kitab suci.</p>
<p>Bagi orang tua yang mengetahui ayat-ayat tersebut, tentu akan menyembunyikan rapat-rapat dari jangkauan anak-anak, agar jangan sampai mereka membacanya, kekuatiran ini sangat beralasan karena adanya efek biologis dan psikologis pada anak, yang dapat menyebabkan kedewasaan dini.</p>
<p><span id="more-13"></span>Mari kita lihat ayat-ayat tersebut mengapa bisa demikian?, dan untuk adik-adik di bawah 17 tahun sebaiknya tidak membaca artikel ini.<br />
KITAB KIDUNG AGUNG</p>
<p>Kiranya ia mencium aku dengan kecupan!<br />
Karena cintamu lebih nikmat dari pada anggur (1) KA 1:2</p>
<p style="text-align:justify;">
Tangan kirinya ada di bawah kepalaku,<br />
Tangan kanannya memeluk aku. KA 2:6<br />
Bagaikan seutas pita kirmizi bibirmu,(3)<br />
Seperti dua anak rusa buah dadamu,<br />
Seperti anak kembar kijang yang tengah makan rumput<br />
Di tengah-tengah bunga bakung.(5) KA 4:3,5<br />
Pusarmu seperti cawan yang bulat,<br />
Yang tak kekurangan anggur campur.<br />
Perutmu timbunan gandum, berpagar bunga-bunga bakung.(2)<br />
Seperti dua anak rusa buah dadamu,<br />
Seperti anak kembar kijang.(3) KA 7:2-3<br />
Sosok tubuhmu seumpama pohon korma dan<br />
Buah dadamu gugusannya.(7)<br />
Aku ingin memanjat pohon korma itu dan<br />
Memegang gugusan-gugusannya.<br />
Kiranya buah dadamu seperti gugusan anggur dan<br />
Nafas hidungmu seperti buah apel, (8) KA 7:7-8</p>
<p>Ayat-ayat di atas terdapat dalam kitab yang dinamakan sebagai kitab Kidung Agung, kitab ini terdapat dalam Bible/Alkitab yaitu kitab ke-22, Ayat-ayat dalam Kidung Agung berbentuk syair atau puisi yang di atas namakan buatan raja Solomon. Namun penisbahan ini sama sekali tidak tepat, karena orang-orang Yahudi sama sekali tidak mengetahui siapa penulis kitab ini dan untuk apa kitab ini ditulis. Kitab Kidung Agung adalah kitab yang memuja cinta demi cinta dan untuk cinta.</p>
<p>Dalam Tafsir Alkitab Perjanjian Lama yang diterbitkan oleh Lembaga Biblika Indonesia halaman 502, disebutkan, kitab Kidung Agung ini sangat diragukan sebagai kitab suci dan sama sekali tidak ada kaitannya dengan sejarah suci, hukum-hukum atau nabi-nabi. Orang-orang Yahudi sendiri sangat ragu-ragu memasukkan kitab ini sebagai kitab suci. Namun umat Kristiani secara bulat menerima Kidung Agung sebagai kitab suci.More&#8230;</p>
<p><!--more-->Ayat-ayat tersebut dilihat dari teksnya, berisi puisi-puisi cinta yang penuh gairah, yang tentu tidak pantas untuk dibaca oleh anak-anak berumur 17 tahun ke bawah dan sangat tidak mungkin dibacakan dalam gereja yang jemaatnya terdiri dari laki-laki dan perempuan, siapapun dapat menerka apa yang terjadi bila ayat-ayat tersebut dibacakan di dalam kebaktian di dalam gereja.</p>
<p>Bahkan Biarawan Spanyol Fray Luis de Leon, dijebloskan ke dalam penjara pada tahun 1562 oleh lembaga inkuisi karena menyusun sebuah terjemahan Kidung Agung yang asli dari kitab berba-hasa Ibrani, tentu saja karena isinya terlalu vulgar. Ayat-ayat yang saya kutipkan di atas adalah dari Alkitab terbitan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) tahun 2004 yang isinya sudah diperhalus yang disesuaikan dengan adat ketimuran.</p>
<p>Ayat-ayat yang sudah diperhalus tersebut, masih saja terasa vulgar, bagaimana jika ayat-ayat tersebut diterjemahkan apa adanya seperti bahasa aslinya? tentu jauh lebih vulgar dan lebih membangkitakan gairah. Semestinya, kalau ayat-ayat itu diklaim sebagai ayat-ayat suci, maka tidak diperlukan lagi usaha untuk memperhalus bahasanya, biarkan saja seperti aslinya. Bukankah ayat-ayat suci itu firman Tuhan, bukankah firman Tuhan akan hilang kesuciannya kalau ayat-ayat tersebut dirubah-rubah, ditambah, dikurangi atau direvisi?????</p>
<p>Pertanyaannya, apakah pantas ayat-ayat tersebut yang membangkitkan gairah dan fantasi dimasukkan sebagai ayat-ayat suci??<br />
Hikmah apa yang dapat diambil dari ayat-ayat tersebut??<br />
KITAB YEHEZKIEL</p>
<p>Ia melakukan lebih banyak lagi persundalannya sambil teringat kepada masa mudanya, waktu ia bersundal di tanah Mesir.(19)</p>
<p>Ia berahi kepada kawan-kawannya bersundal, yang auratnya seperti aurat keledai dan zakarnya seperti zakar kuda.(10)</p>
<p>Engkau menginginkan kemesuman masa mudamu, waktu orang Mesir memegang-megang dadamu dan menjamah-jamah susu kegadisanmu.(21) Yehezkiel 23:19-21</p>
<p><!--more-->Kisah tersebut di atas terdapat dalam Perjanjian lama yaitu kitab ke-26 dalam Alkitab. Semua ayat dalam kitab tersebut, di klaim sebagai ajaran seseorang yang bernama Yehezkiel, menurut iman Kristiani Yehezkiel adalah seorang nabi yang hidup pada tahun 593 SM. Ajaran-ajaran Yehezkiel dibukukan dalam sebuah kitab yang kemudian diberi nama sesuai dengan namanya sendiri.</p>
<p>Sekarang mari kita kembali kepada teks ayat di atas. Kalau kita amati, ternyata isinya jauh lebih vulgar dari ayat-ayat dalam kitab Kidung Agung, bahkan ada kecondongan kasar dan sangat tidak pantas bagi bahasa ketimuran.</p>
<p>Kalimat ‘zakarnya seperti zakar kuda&#8217; dan ‘memegang-megang dadamu dan menjamah-jamah susu kegadisanmu&#8217; betul-betul sulit diterima akal bila dimasukkan dalam ayat-ayat suci, kata-kata dalam kalimat itu lebih condong atau lebih tepat disebut sebagai untaian kata-kata sensual dan erotis bahkan menurut adat ketimuran, bila ada seseorang yang mengatakan seperti kata-kata itu, maka masyarakat akan mengatakan dia berkata-kata kotor.</p>
<p>Ayat-ayat yang saya contohkan di atas adalah ayat-ayat yang saya ambil dari Alkitab yang dikeluarkan oleh LAI tahun 2004, ayat-ayat tersebut sudah mengalami revisi yang cukup banyak guna menghilangkan kesan sensual, erotis dan kotor. Padahal kalau ayat-ayat tersebut diklaim sebagai ayat-ayat suci firman Tuhan, untuk apa lagi harus dirubah-rubah, bukankah Tuhan jauh lebih sempurna dalam memilihkan kalimat dari pada manusia? Mari kita lihat ayat-ayat tersebut pada Alkitab terbitan LAI tahun 1970;</p>
<p>Dan melampiaskan hasratnya dengan pecinta mereka, yang pelirnja seperti pelir keledai dan jang pancarannja laksana pancaran kuda jantan.(20) Yehezkiel 23:20</p>
<p>Kalimat yang bergaris bawah pada ayat tersebut yaitu pelirnya seperti pelir keledai telah diperhalus menjadi auratnya seperti aurat keledai pada Alkitab terbitan LAI 2004, padahal kata pelir dan aurat memiliki arti yang sangat berbeda, tentu saja pe-rubahan ini dimaksudkan untuk menghilangkan kesan kasar dan kotor, tetapi perubahan tersebut memberikan efek perubahan makna. Dan ini melanggar larangan yang terdapat dalam Alkitab:</p>
<p>Segala yang kuperintahkan kepadamu haruslah kamu lakukan dengan setia, janganlah engkau menambahinya ataupun menguranginya.(32)Ulangan 12:32</p>
<p>Kalau ayat-ayat itu adalah firman Tuhan, untuk apalagi harus dirubah-rubah, apakah manusia lebih sempurna dari Tuhan dalam hal bertatabahasa?, tetapi kalau itu firman Tuhan mengapa kalimatnya sangat mengganggu norma-norma ketimuran, apakah Tuhan tidak tahu bahwa firmannya tidak cocok untuk orang timur, pasti tidak mungkin, karena Tuhan Maha Mengetahui. Bahkan di baratpun ayat-ayat tersebut juga mendapat kritikan karena dinilai tidak pantas untuk dipublikasikan.</p>
<p>Para penginjil Bandung sangat risih dengan ayat-ayat yang demikian, sehingga perlu merevisi ayat-ayat <!--more-->tersebut agar layak untuk dibaca, hasilnya sebagai berikut:</p>
<p>Tetapi bagi dia sendiri hal itu tidak seberapa, ia malah melakukan persundalan yang lebih menjijikkan lagi dengan mengenang masa mudanya, ketika ia bersundal di Mesir dengan orang-orang yang besar hawa nafsunya.(20)</p>
<p>Demikian engkau merindukan kehidupan masa lalumu, masa engkau masih gadis, ketika engkau menyerahkan tubuhmu kepada orang-orang di Mesir.(21) Yehezkiel 23:20-21.<br />
Penerbit Kalam Hidup Bandung</p>
<p>Hasil revisi tersebut cukup mengagumkan, sopan, halus dan lembut, cukup seimbang dengan nilai-nilai ketimuran. Namun sayang, sebagus apa pun yang namanya merevisi firman Tuhan maka hasil yang didapat adalah bukan ayat yang asli lagi. Dan bagi pemeluk agama Kristen Bandung, harus rela dengan hilangnya ayat tersebut.<br />
AYAT &#8211; AYAT YANG LAIN</p>
<p>Ayat-ayat berikut serupa bahasanya:</p>
<p>Kejadian 19:30-36: Perzinahan ayah &#8211; anak<br />
Kejadian 35:22: Perzinahan ibu &#8211; anak<br />
Kejadian 38:15-30: Perzinahan ayah-menantu<br />
2 Samuel 13:5-14: Perzinahan kakak-adik<br />
2 Samuel 16:21-23: Anak memperkosa Ibu<br />
Yehezkiel 16:23-24: Pelacur tak pernah puas<br />
Amsal 7:7-22: Istri berselingkuh<br />
Hakim-hakim 16:1: Berzinah dengan sundal<br />
KOMENTAR &#8211; KOMENTAR DARI PIHAK KRISTEN SENDIRI</p>
<p>George Bernard Shaw<br />
Budayawan dan Kritikus Kaliber International dan pemenang Nobel tahun 1925, dia berpendapat:&#8221;Alkitab adalah kitab yang paling berbahaya di muka bumi, simpanlah kitab ini di laci dan kuncilah&#8221;</p>
<p>The Plain Truth, Oktober 1977<br />
&#8220;Membacakan cerita-cerita dari Injil kepada anak-anak bisa membuka kesempatan untuk mendiskusikan moral seks. Kitab Injil yang belum dibersihkan pasti mendapat rating X dari badan sensor&#8221;</p>
<p>Majalah Time 31 Maret 2001<br />
&#8220;Alkitab merupakan kitab orang dewasa yang penuh sekali dengan erotisme&#8221;</p>
<p>Romo Don Bruno Maggioni,<br />
&#8220;Alkitab adalah sebuah karangan untuk orang dewasa. Bukan hanya karena-halaman seksualnya tetapi karena jenis masalah yang muncul di seputar seks manusia&#8221;<br />
AL-QUR&#8217;AN LEMBUT DAN SANTUN</p>
<p>Penggambaran Cinta</p>
<p>Al-Qur&#8217;an memberikan gambaran cinta dan kasih dengan bahasa yang indah, santun dan mudah dimengerti makna dan hikmanya:</p>
<p>Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung,dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya, QS. 56:35-37</p>
<p>Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan Sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.QS. 30:21</p>
<p>Ayat QS. 30:21 seringkali dicantumkan dalam kartu undangan pernikahan, tanpa tafsiran, hal ini menunjukkan ayat ini indah, sopan dan mudah dimengerti. Bandingkan dengan ayat-ayat dalam Kidung Agung, cari kartu undangan perkawinan orang Kristen yang memuat ayat ini, pasti tidak ada, karena akan dinilai tidak sopan, vulgar dan tidak ada makna apa-apa yang dapat diambil dari ayat-ayat Kidung Agung.<br />
Penggambaran Hubungan Suami-Istri</p>
<p>Al-Qur&#8217;an telah mengatur kehidupan suami istri dengan bahasa yang mudah, lembut, santun dan indah, walaupun tanpa kevulgaran namun sangat mudah untuk dipahami maksudnya:</p>
<p>Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah:&#8221;Haidh itu adalah suatu kotoran&#8221;. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintakan Allah kepadamu&#8230;. QS. 2:222</p>
<p>Allah SWT memilihkan kata mendekati dan mencampuri untuk mewakili kata berhubungan badan, siapapun dapat mengerti maksud ayat tersebut dan mengambil pelajarannya, mudah, lembut, santun, indah dan tidak vulgar. Mari kita lihat lagi firman Allah SWT yang menggambarkan kebolehan menggunakan metode apa saja untuk hubungan suami istri :</p>
<p>Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki&#8230;..QS. 2:223</p>
<p>Sebuah kalimat yang lembut dan santun, memberikan gambaran yang indah, yang sangat menghargai wanita dan laki-laki, yang wanita merasa seperti sawah yang memberikan manfaat bagi kehidupan, dan yang laki-laki merasa mempunyai kebebasan yang luas untuk bercocok tanam. Tidak ada keharmonisan yang seindah keharmonisan antara petani dengan sawahnya. Begitulah firman Allah SWT mengalir begitu indah bersama hikmahnya, tidak ada satu katapun yang tidak mempunyai arti.</p>
<p>Sekarang bandingkan dengan ayat-ayat dalam Kidung Agung dan Yeheskiel 23:19-21, Apakah ada hikmah atau pelajaran yang dapat diambil dari ayat-ayat tersebut?, dan bagaimana dengan cara penyajian bahasanya? indah? lembut? atau vulgar dan kasar?<br />
Sampai di sini uraian kami, semoga bermanfaat bagi kita dan keluarga kita, amin.</p>
<p>Sumber: Buletin al-islah edisi 24</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ajriya.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ajriya.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ajriya.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ajriya.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ajriya.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ajriya.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ajriya.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ajriya.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ajriya.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ajriya.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ajriya.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ajriya.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajriya.wordpress.com&blog=2390870&post=13&subd=ajriya&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ajriya.wordpress.com/2008/05/15/siapa-yang-porno/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3c99d2f928b0d2a70a0fee74201ed378?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">Budi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ikhtiyar &#8211; Usaha</title>
		<link>http://ajriya.wordpress.com/2007/12/28/ikhtiyar-usaha/</link>
		<comments>http://ajriya.wordpress.com/2007/12/28/ikhtiyar-usaha/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Dec 2007 08:06:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>barief36</dc:creator>
				<category><![CDATA[usaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ajriya.wordpress.com/2007/12/28/ikhtiyar-usaha/</guid>
		<description><![CDATA[Kita tidak dapat menghalangi burung-burung kesedihan melayang-layang di atas kepala kita. Tetapi, kita dapat menghalangi mereka membuat sarang di kepala kita.
Kesulitan tak mungkin ditolak.Setiap insan akan menemuinya.
Kesulitan adalah bingkisan kehidupan. Tak ada kemajuan tanpa melangkahi kesulitan.
Kehidupan adalah adukan duka dan suka.
Awal Kebijaksanaan adalah pertanyaan.
Dengan pertanyan orang akan mencari dan mencari.
Dengan mencari orang sampai pada jawaban.
Seseorang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajriya.wordpress.com&blog=2390870&post=5&subd=ajriya&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><font color="#000000">Kita tidak dapat menghalangi burung-burung kesedihan melayang-layang di atas kepala kita. Tetapi, kita dapat menghalangi mereka membuat sarang di kepala kita.</font></p>
<p><font color="#000000">Kesulitan tak mungkin ditolak.Setiap insan akan menemuinya.<br />
Kesulitan adalah bingkisan kehidupan. Tak ada kemajuan tanpa melangkahi kesulitan.<br />
Kehidupan adalah adukan duka dan suka.</font></p>
<p><font color="#000000">Awal Kebijaksanaan adalah pertanyaan.<br />
Dengan pertanyan orang akan mencari dan mencari.<br />
Dengan mencari orang sampai pada jawaban.</font></p>
<p><font color="#000000">Seseorang memikirkan kemampuan dan kekurangannya setelah sebulan dibebaskan dari penjara. Ia berpikir dalam harinya,&#8221;Meskipun aku salah, aku lebih senang begini daripada jadi orang lain.Tanpa kesalahanku mungkin aku lebih baik. Tetapi aku juga dapat melihat jahat, meskipun tak kusadari. </font><font color="#808080"><b><i>Dengan usaha lebih keras dan cerdas aku yakin dapat mengurangi kesalahan dan menggunakan bakatku untuk sesama dan lingkunganku.</i></b></font>&#8220;</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ajriya.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ajriya.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ajriya.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ajriya.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ajriya.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ajriya.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ajriya.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ajriya.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ajriya.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ajriya.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ajriya.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ajriya.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajriya.wordpress.com&blog=2390870&post=5&subd=ajriya&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ajriya.wordpress.com/2007/12/28/ikhtiyar-usaha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3c99d2f928b0d2a70a0fee74201ed378?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">Budi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>